Website Competition Agustusan 2026 — .ID Community Medan × PANDI

Marketplace yang bisa dipakai tanpa membuka websitenya

Jual Beli USU Polmed itu tempat jual beli online untuk mahasiswa USU dan Polmed. Bisa dibuka lewat website, bisa juga lewat WhatsApp — dan dua-duanya menyimpan ke database yang sama. Penjual yang malas buka website tinggal kirim foto barangnya ke chat bot; iklannya tetap tayang di website.

Dan sejak minggu terakhir Agustus 2026 ia tidak berhenti di jual beli: mading menfess, obrolan langsung di dalam situs, dan cari teman tumbuh dari pasar yang sama. Halamannya sendiri menyebut dirinya Kampus Hub sekarang.

jualbeliusupolmed.web.id Ridho Robbi Pasi Teknik Informatika USU Kodenya hidup sejak 11 Juni 2026 Angka di halaman ini dihitung ulang 25 Agustus 2026

01Presentasi

Empat belas slide, langsung bisa dijalankan di sini. Pakai panah kiri/kanan atau geser layar HP. Ada tombol layar penuh kalau mau dipakai presentasi di depan orang, dan tombol Simpan PDF kalau butuh berkasnya.

Jual Beli USU Polmed
Website Competition 2026

Jual Beli USU Polmed

Tempat jual beli mahasiswa yang bisa dipakai tanpa buka websitenya.

Ridho Robbi Pasi · Teknik Informatika, Universitas Sumatera Utara
jualbeliusupolmed.web.id · .ID Community Medan × PANDI

01 · Masalahnya

Mahasiswa jualan di grup WhatsApp, dan itu ribet

  • Iklan cepat tenggelam. Dikirim pagi, siang sudah ketutup puluhan chat lain.
  • Susah dicari. Mau cari "meja second" di grup yang seharian ramai? Scroll sampai capek.
  • Nggak tahu penjualnya siapa. Pernah jual apa saja, pernah bermasalah atau tidak — tidak ada catatannya.
  • Kalau ada masalah, bingung ke siapa. Admin grup bukan penengah jual beli.

Empat baris chat di atas bukan karangan: kasur 1 orang, galon bekas, meja second, dan kipas angin tinggi semuanya permintaan yang benar-benar masuk ke papan Dicari bulan ini.

02 · Kenapa website biasa gagal

Bikin website lalu nyuruh orang pindah? Nggak ada yang pindah.

Ini yang biasanya terjadi: ada yang bikin marketplace kampus, lalu semua orang diajak berhenti pakai grup WhatsApp. Sebulan kemudian websitenya sepi, orangnya balik ke grup. Wajar — pakai aplikasi baru itu repot.

Jadi saya balik pertanyaannya: gimana kalau penjualnya nggak usah pindah? Tetap di WhatsApp, tetap kirim foto seperti biasa — tapi barangnya yang masuk ke website, rapi, bisa dicari, dan punya halaman sendiri.

03 · Solusinya

Dua pintu masuk, satu database

  • Pintu website. Buat yang senang lihat-lihat: katalog, pencarian, halaman produk, profil penjual, tawar harga, bayar, dashboard iklan.
  • Pintu WhatsApp. Buat yang malas buka apa-apa: kirim foto ke chat, bot yang bikinin iklannya, bayar lewat chat juga.
  • Datanya satu. Nggak ada salin-menyalin. Yang dikerjakan di chat langsung kelihatan di website, begitu juga sebaliknya.
Pembeli buka website Penjual chat WhatsApp Website Next.js · Vercel Bot Baileys · VPS Database Supabase saling kabar
04 · Cara pakainya

Pasang iklan cuma modal chat

  • 1. Chat .JUAL ke nomor bot. Titik di depan itu tandanya "aku manggil bot".
  • 2. Kirim foto barang plus keterangannya, santai saja seperti chat ke teman.
  • 3. Bot membaca chat itu, lalu menawarkan judul, harga, dan kategori. Tinggal dibenarkan kalau ada yang meleset.
  • 4. Bayar biaya iklan pakai QRIS, foto struknya, kirim ke chat yang sama.
  • 5. Iklan langsung tayang di website, lengkap dengan halaman produknya.
05 · Isi websitenya

Yang sudah jalan sekarang, bukan rencana

  • Cari barang — bisa disaring per kategori, harga, dan area kampus.
  • Halaman penjual dan toko sendiri — isinya semua dagangannya dan berapa yang laku.
  • Papan "Dicari" — pembeli pasang barang yang dicari, penjual yang punya menghubungi duluan.
  • Nawar lewat website, jadi tawarannya tercatat dan tidak hilang di chat.
  • Bayar pakai QRIS — struknya diperiksa dulu sebelum iklan aktif.
  • Bisa dipasang seperti aplikasi di HP, lengkap dengan notifikasi.

Dua yang belum dipakai orang saya sebut juga: kotak penilaian penjual dan pencatat kata pencarian sudah berdiri, tapi sampai 25 Agustus isinya masih nol baris. Fitur yang ada belum tentu terpakai, dan itu beda.

06 · Yang tumbuh sesudahnya

23–25 Agustus: pasarnya melahirkan tiga hal yang bukan jual beli

  • Mading menfess. Papan pesan anonim per fakultas, digabung dengan info kampus dan artikel blog jadi satu papan. 12 menfess masuk dalam dua hari pertama — "Salam kenal aku anak FK, iya FK, tapi… FKM 😭".
  • Obrolan di dalam situs. Pembeli dan penjual tidak lagi wajib bertukar nomor duluan. 82 ruang obrolan, 248 pesan dalam tiga hari, dengan penjodohan yang tidak menuntut dua orang online bersamaan.
  • Cari teman. Geser kartu profil mahasiswa, cocok baru bisa saling sapa. Ini yang paling baru — dan decknya masih dipancing 10 profil contoh supaya tidak kosong di hari pertama; yang asli baru 3.
82ruang obrolan dalam situs
248pesan, 23–25 Agustus
12menfess mahasiswa

Kenapa ini masuk presentasi jual beli? Karena sebabnya sama dengan sebab bot WhatsApp ada: orang tidak mau pindah tempat. Kalau ngobrolnya harus keluar ke aplikasi lain, tawarannya hilang di sana juga.

07 · Uangnya dari mana

Satu-satunya yang ditagih sekarang: biaya tayang, dan itu pun kecil

  • Biaya tayang mengikuti harga barang. Rp2.000 di bawah Rp50rb, Rp3.000 di bawah Rp100rb, Rp5.000 di bawah Rp500rb, Rp7.000 di bawah Rp1jt, lalu 1% di atas itu. Sundul Rp1.000, poster Rp10.000, pasang "Dicari" gratis 3× lalu Rp1.000.
  • Biaya sesudah barang laku sekarang nol. Dulu 10%/5% dipungut ke admin yang menjembatani; per 25 Agustus daftar tarifnya kosong dan halaman /daftar-harga menulisnya terus terang: "sedang tidak ada biaya transaksi". Tarifnya diatur dari basis data, bukan ditanam di kode — jadi mengubahnya tidak perlu deploy.
  • Punya halaman toko? Iklannya gratis. Toko itu cara orang berjualan serius di sini, jadi tidak ditagih per barang.
  • Semua tarifnya terbuka di /daftar-harga dan /cara-bergabung, bukan cuma di slide ini.
59×pesan dijawab admin manusia
47×bot memilih diam
masuk sesi bot

Angka di atas dihitung botnya sendiri selama 17–25 Agustus. Itu bukan kegagalan otomatisasi — itu memang rancangannya: pasar yang dijembatani manusia, dengan bot sebagai alat kerja adminnya. Perbandingannya pun nyaris tidak bergerak selama seminggu: sembilan hari, tetap sembilan kali sesi bot.

08 · Teknologinya

Dua program, dua tempat, satu database

Website

  • Next.js 14.2, React 18, Tailwind CSS
  • Database PostgreSQL di Supabase — 50 tabel
  • AI Google Gemini untuk membaca chat jadi iklan
  • QRIS, foto struk, notifikasi, gambar WebP
  • Ditaruh di Vercel, otomatis update tiap kode di-push
  • Uji otomatis (Vitest) dan CI GitHub Actions tiap push

Bot WhatsApp

  • Node.js + Baileys + Express
  • Jalan di server sendiri (VPS), dijaga pm2 dan nginx
  • 75 alamat — kirim pesan, grup, status, laporan, panel
  • Panel kontrolnya di bot.jualbeliusupolmed.web.id
  • Pesan yang belum terkirim disimpan dulu, tidak dibuang
  • Dua nomor jalan dari kode yang sama, tanpa cabang kode
09 · Domain .id

Domainnya dipakai kerja, bukan cuma dipajang

  • jualbeliusupolmed.web.id — seluruh Kampus Hub jalan di sini: 62 halaman, 106 alamat API.
  • bot.jualbeliusupolmed.web.id — subdomain yang sedang Anda buka ini. Isinya panel kontrol bot, sekaligus halaman presentasi ini.
  • Dua-duanya punya sertifikat HTTPS sendiri, sitemap, dan data terstruktur supaya rapi di Google.
  • Produk-produknya juga dikirim ke Google Belanja dari domain ini.
  • Nama domainnya sendiri sudah menjelaskan pasarnya: USU dan Polmed, dua kampus bertetangga di Medan.
10 · Pernah kena masalah

18–19 Agustus 2026: botnya mati tiga kali, dan dia sendiri yang mengaku

  • 501 menit (18 Agu, 00.22 → 08.43), 907 menit (18 Agu 17.20 → 19 Agu 08.26), lalu 360 menit (19 Agu, 12.21 → 18.22). Hampir 30 jam dalam dua hari.
  • Ketiganya diumumkan botnya sendiri begitu hidup lagi: "Bot sempat offline 501 menit — pesan yang masuk selama itu tidak dibalas otomatis, cek inbox di dashboard." Bukan saya yang menghitung, dia yang mencatat.
  • Sebabnya dua jenis. Yang pertama koneksi putus-nyambung tanpa ada yang mengawasi. Yang terakhir: nomornya dibatasi WhatsApp sendiri — tidak ada kode yang bisa membetulkan itu.
  • Bagian ini biasanya disembunyikan di presentasi lomba. Saya tulis karena di sinilah ketahuan sistemnya kuat atau tidak.
1.768 menittotal mati, 18–19 Agustus
144×/haripercobaan login yang sia-sia
0 pesanhilang — semua masuk antrean
11 · Yang diperbaiki

Sekarang kalau jatuh, ketahuan dan bangun sendiri

  • Ada penjaga yang mengecek bot tiap 2 menit. Bot diam sekarang ketahuan dalam hitungan menit, bukan jam.
  • Login-nya dikunci. Bot dilarang membuang login sendiri lalu minta scan QR berulang — kebiasaan itu justru yang bikin nomor makin dicurigai WhatsApp.
  • Percobaan login dikurangi dari 144 kali sehari jadi sekali sejam. Begitu blokirnya dibuka, bot nyambung sendiri tanpa perlu ditungguin.
  • Notifikasi yang gagal disimpan, bukan dibuang. Begitu bot hidup, tinggal dikirim ulang.
  • Tombol "Hubungi Admin" pindah sendiri ke nomor cadangan selama bot mati.
  • Bot kedua bisa dijalankan dengan nomor lain dari kode yang sama persis — tanpa menambah satu baris kode pun.
12 · Ukurannya

Segini besar pekerjaannya — dan semuanya bisa dicek sendiri

53.373baris kode website
12.871baris kode bot
459kali simpan perubahan
106alamat API website
75alamat bot
62halaman website
81berkas komponen
50tabel database

Semua angka ini dihitung ulang 25 Agustus 2026 dari klon segar kedua repo — bukan disalin dari catatan lama. Empat hari sebelumnya angkanya 40.288 / 375 / 78 / 50; selisihnya bukan salah hitung, tapi seminggu terakhir yang memang padat. Kode dua-duanya terbuka di GitHub dan cara menghitungnya ditulis di halaman ini, jadi kalau ada yang meleset, tinggal dihitung ulang.

Terima kasih

Silakan dicoba sendiri

  • Website: jualbeliusupolmed.web.id
  • Halaman ini: bot.jualbeliusupolmed.web.id/lomba
  • Kodenya: github.com/jualbeliusupolmed-creator — repo website & repo bot

Ridho Robbi Pasi · Teknik Informatika, Universitas Sumatera Utara
Halaman ini dilayani langsung oleh bot WhatsApp-nya sendiri, dari server sendiri.

1 / 14

02Deskripsi website

Teks di bawah ini tinggal disalin ke kolom "Deskripsi Website" di formulir pendaftaran. Isinya sudah menjawab empat hal yang diminta: tentang apa, buat apa dan manfaatnya, pakai teknologi apa, dan desainnya seperti apa.

Deskripsi Website
Jual Beli USU Polmed (jualbeliusupolmed.web.id) adalah tempat jual beli online khusus mahasiswa Universitas Sumatera Utara dan Politeknik Negeri Medan. MASALAH YANG DIPECAHKAN Selama ini mahasiswa jualan lewat grup WhatsApp, dan itu ribet. Iklan yang dikirim pagi sudah ketutup puluhan chat lain sebelum siang. Mau mencari barang tertentu harus scroll sampai capek. Dan tidak ada catatan apa pun soal penjualnya: pernah jual apa saja, pernah bermasalah atau tidak, tidak ada yang tahu sampai uangnya sudah pindah. Solusi yang biasa dipakai orang: bikin website baru, lalu ajak semua orang pindah ke sana. Masalahnya, orang malas pindah. Jadi saya balik pertanyaannya: bagaimana kalau penjualnya tidak usah pindah sama sekali, tetap di WhatsApp, tapi barangnya yang masuk ke website? CARA KERJANYA: DUA PINTU, SATU DATABASE Ada dua cara memakai layanan ini, dan hasilnya sama. Lewat website: buka jualbeliusupolmed.web.id, isi judul, harga, kategori, dan area, upload foto, bayar, iklan tayang. Di sini juga tempat pembeli mencari barang, melihat halaman produk, mengecek profil penjual, dan menawar harga. Lewat WhatsApp: chat ".JUAL" ke nomor bot, lalu kirim foto barang beserta keterangannya seperti chat biasa ke teman. AI membaca chat itu dan langsung membuatkan judul, harga, dan kategori — penjual tinggal membenarkan kalau ada yang meleset. Bayar biaya iklan pakai QRIS, foto struknya, kirim ke chat yang sama. Iklan tayang, dan penjual tidak pernah membuka website sekali pun. Dua-duanya menyimpan ke database yang sama. Jadi tidak ada data yang perlu disalin: apa yang dikerjakan di chat langsung kelihatan di website, begitu juga sebaliknya. MODEL LAYANANNYA Ini bukan marketplace swalayan. Admin manusia yang memposting, mencarikan, dan mendampingi transaksinya; botnya alat kerja admin, bukan pengganti admin. Biayanya terbuka di halaman /daftar-harga: biaya tayang mengikuti harga barang (Rp2.000 di bawah Rp50rb, Rp3.000 di bawah Rp100rb, Rp5.000 di bawah Rp500rb, Rp7.000 di bawah Rp1jt, lalu 1% di atas itu; sundul Rp1.000, poster Rp10.000, featured Rp5.000/hari, perpanjang Rp2.000, iklan aktif 14 hari, pasang "Dicari" gratis 3x). Biaya sesudah barang laku pernah ada (10%/5%) tetapi per 25 Agustus 2026 dimatikan - halaman daftar harga menulisnya apa adanya: "sedang tidak ada biaya transaksi". Tarifnya diatur dari basis data, bukan ditanam di kode, jadi mengubahnya tidak perlu deploy. Penjual yang sudah punya halaman toko memasang iklan gratis. Bahwa admin masih ikut bekerja itu terlihat di catatan botnya sendiri: selama 17-25 Agustus 2026, 59 pesan dijawab admin manusia, 47 kali bot sengaja diam, dan hanya 9 kali percakapan masuk sesi bot. TUJUAN DAN MANFAAT Buat penjual: iklannya tidak tenggelam, ada dashboard berisi jumlah dilihat dan tawaran masuk, punya halaman toko sendiri, dan biayanya kecil serta jelas di depan. Buat pembeli: bisa mencari barang per kategori, harga, dan area kampus; bisa mengecek rekam jejak penjual sebelum transaksi; bisa memasang permintaan di papan "Dicari" kalau barangnya belum ada; dan COD-nya di sekitar kampus sendiri. Buat dua-duanya: admin manusia tetap bisa mengambil alih chat kapan saja. Botnya memang sengaja dibuat tidak ikut campur di semua chat. Sejak 23 Agustus 2026 pembeli dan penjual juga bisa mengobrol langsung di dalam situs tanpa bertukar nomor lebih dulu. YANG TUMBUH SESUDAHNYA: KAMPUS HUB Pasar yang sudah ramai melahirkan tiga hal yang bukan jual beli, dan sekarang berdiri di beranda yang sama: - Mading menfess: papan pesan anonim per fakultas, digabung dengan info kampus dan artikel blog jadi satu papan. 12 menfess masuk pada dua hari pertama. - Obrolan di dalam situs: 82 ruang obrolan dan 248 pesan dalam tiga hari, dengan penjodohan yang tidak menuntut dua orang online bersamaan. - Cari teman: geser kartu profil mahasiswa, saling suka baru bisa saling sapa. Ini yang paling baru, dan decknya masih dipancing 10 profil contoh supaya tidak kosong di hari pertama - yang asli baru 3. Alasannya sama dengan alasan bot WhatsApp ada: orang tidak mau pindah tempat. Kalau ngobrolnya harus keluar ke aplikasi lain, tawarannya hilang di sana juga. TEKNOLOGI Website: Next.js 14.2 (App Router), React 18, dan Tailwind CSS, di-hosting di Vercel. Database PostgreSQL lewat Supabase, 50 tabel. Pembacaan iklan otomatis memakai Google Gemini. Pembayaran QRIS dengan pengecekan struk. Bisa dipasang di HP seperti aplikasi (PWA) lengkap dengan notifikasi. Semua gambar dilayani dalam format WebP supaya ringan. Ada uji otomatis (Vitest) dan CI GitHub Actions yang jalan tiap kali kode di-push. Bot WhatsApp: Node.js dengan Baileys dan Express, jalan di VPS sendiri di bawah pm2, di belakang nginx dengan HTTPS Let's Encrypt. Panel kontrolnya memakai subdomain bot.jualbeliusupolmed.web.id. TEMA DESAIN Sederhana dan mendahulukan layar HP. Latar bersih, tulisan hitam, satu warna aksen, dan banyak ruang kosong — karena yang harus menonjol itu foto barang jualannya, bukan hiasan tampilannya. Hampir semua penggunanya membuka dari HP, sering sambil jalan di antara gedung kuliah. YANG SUDAH JALAN DI DALAMNYA Isinya barang orang sungguhan, bukan data contoh: yang paling banyak dilihat sampai 25 Agustus 2026 iPhone 14 256 GB (171 kali), iPhone XR 128 GB (167), APK Premium Rp3.000 (162), Akun Free Fire Sultan (130), "BARANG KOS (NEGOTIABLE)" Rp899.000 (128), dan Pokemon TCG Archaludon ex SAR Rp200.000 (114). Papan "Dicari" sudah menampung 40 permintaan, dan isinya ikut berganti musim: pertengahan Agustus hampir semuanya anak kos mengisi kamar (kasur 1 orang, meja second, kipas angin tinggi, setrika, galon bekas), lalu begitu kuliah mulai yang dicari berubah jadi buku - "buku pai mkwk smstr1 USU", "buku filologi nusantara". Botnya sendiri terhubung ke 3.189 kontak dan 153 grup WhatsApp, dengan 978 percakapan tercatat, 165 penjual terdaftar, 76 iklan (45 masih aktif), dan 7 artikel blog yang ditulis mahasiswanya sendiri. Dari 540 tagihan QRIS yang pernah dibuat, 58 benar-benar dibayar dan terverifikasi - sisanya ditinggal, dan itu juga data. UKURAN PEKERJAAN 53.373 baris kode website dalam 459 kali simpan perubahan sejak 11 Juni 2026, ditambah 12.871 baris kode bot. Ada 106 alamat API di website, 75 alamat di bot, 62 halaman (33 untuk pengguna, 17 panel admin, 12 panel admin versi contoh), 81 berkas komponen, dan 50 tabel database. Sampai hari ini masih jalan dan dipakai orang sungguhan. Semua angka ini dihitung ulang pada 25 Agustus 2026 dari klon segar kedua repositori yang tautannya ada di formulir; cara menghitungnya ditulis satu per satu di halaman presentasi. PRESENTASI DAN DEMO https://bot.jualbeliusupolmed.web.id/lomba — isinya presentasi 14 slide (bisa disimpan jadi PDF), tutorial bergambar, diagram cara kerjanya, dan rincian angka di atas.

03Cara kerjanya

Dua pintu masuk, dua program yang jalan di tempat berbeda, satu database yang sama. Diagram di bawah ini gambar sistem yang benar-benar sedang jalan sekarang, bukan rencana.

Pembeli peramban / PWA Penjual WhatsApp biasa Situs — Next.js 14 Vercel · 106 endpoint API jualbeliusupolmed.web.id Bot — Node.js + Baileys VPS · pm2 · nginx · 75 rute bot.jualbeliusupolmed.web.id PostgreSQL Supabase · 50 tabel datanya cuma di sini Gemini baca iklan webhook + token OTP, notifikasi, antrean
Bot tidak pernah menyentuh database website secara langsung. Kalau butuh data, dia bertanya ke website. Jadi kunci databasenya cuma disimpan di satu tempat, bukan dua.
🛒
Katalog & pencarian
Bisa disaring per kategori, harga, dan area kampus. Tiap produk punya alamat sendiri, jadi bisa dibagikan ke teman dan muncul di Google.
🏪
Toko penjual
Tiap penjual punya halaman toko sendiri: semua dagangannya dan berapa yang sudah laku. Kotak penilaian pembeli sudah berdiri, tapi sampai 25 Agustus belum ada yang mengisinya.
🙋
Papan "Dicari"
Belum ketemu barangnya? Pasang permintaan di sini, biar penjual yang punya barangnya yang menghubungi duluan.
💬
Tawar-menawar
Nawar lewat website. Tawarannya tercatat, jadi tidak hilang ketimbun chat.
💳
QRIS & verifikasi struk
Bayar iklan, sundul, atau langganan pakai QRIS. Struknya dicek dulu sebelum iklan aktif.
📲
PWA & notifikasi
Bisa dipasang di layar HP seperti aplikasi, lengkap dengan notifikasi kalau ada tawaran atau pesan masuk.
📰
Mading menfess
Papan pesan anonim per fakultas, digabung dengan info kampus dan artikel blog jadi satu papan. Ada tombol terbit ke Instagram untuk yang layak naik.
🗨️
Obrolan dalam situs
Pembeli dan penjual bisa ngobrol tanpa bertukar nomor duluan. Penjodohannya asinkron — tidak menuntut dua orang online bersamaan.
🤝
Cari teman
Geser kartu profil mahasiswa; saling suka baru saling bisa menyapa. Fitur paling baru, lahir 24 Agustus 2026.

04Tutorial penggunaan

Ini isian untuk kolom "Tutorial / Demo Penggunaan". Tiga cara pakai yang paling sering dipakai, ditulis supaya bisa langsung diikuti tanpa perlu dijelaskan lagi.

Pasang iklan lewat WhatsApp — tanpa buka website

1
Chat .JUAL ke nomor bot. Titik di depan itu tandanya kamu memanggil bot. Kalau chat biasa tanpa titik, yang menjawab admin manusia.
2
Kirim foto barangnya plus keterangan, santai saja seperti chat ke teman: "jual crocs classic biru muda, 750 nego".
3
Bot membaca chat itu, lalu menawarkan judul, harga, dan kategorinya. Tinggal dibenarkan kalau ada yang meleset.
4
Bayar biaya iklannya pakai QRIS, foto struknya, kirim ke chat yang sama.
5
Iklan tayang di website. Penjualnya sama sekali tidak buka website.
WhatsApp Bot WhatsApp Bot WhatsApp Bot

Pasang iklan lewat website

1
Buka jualbeliusupolmed.web.id/jual, isi judul, harga, kategori, dan area, lalu upload fotonya.
2
Nomor WhatsApp-mu dicek dulu lewat kode OTP yang dikirim bot ke chat.
3
Bayar pakai QRIS, iklan langsung aktif. Berapa kali dilihat dan tawaran yang masuk bisa dipantau dari menu Dashboard.
Pasang Iklan Website

Cari barang dan beli

1
Lihat-lihat di beranda, atau saring per kategori, harga, dan area kampus.
2
Buka halaman produknya, cek dulu profil penjualnya: sudah jual berapa barang, berapa yang laku, dan penilaiannya.
3
Tekan tombol minat untuk langsung chat penjualnya di WhatsApp, atau kirim tawaran harga lewat website.
4
Barangnya belum ada? Pasang di papan Dicari, nanti penjual yang punya yang menghubungi.
Beranda Website Cari Barang Website Kategori Jasa
Versi singkat untuk formulir
A. PASANG IKLAN LEWAT WHATSAPP (tanpa buka website) 1. Chat ".JUAL" ke nomor bot WhatsApp. Titik di depan itu tandanya memanggil bot; chat biasa tanpa titik dijawab admin manusia, bukan bot. Selain .JUAL ada 31 perintah pelanggan (CEK, BUMP, TAWAR, TANYA, PANTAU, EDIT [kode] HARGA, HAPUS LAKU, LANGGANAN, RIWAYAT, dan seterusnya) plus 9 perintah khusus admin - ketik .MENU untuk melihat semuanya. 2. Kirim foto barangnya plus keterangan, santai saja seperti chat ke teman. Contoh: "jual crocs classic biru muda, 750 nego". 3. Bot membaca chat itu lalu menawarkan judul, harga, dan kategorinya. Tinggal dibenarkan kalau ada yang meleset. 4. Bayar biaya iklan pakai QRIS, lalu foto struknya dan kirim ke chat yang sama. 5. Iklan tayang di website. Penjualnya sama sekali tidak buka website. B. PASANG IKLAN LEWAT WEBSITE 1. Buka jualbeliusupolmed.web.id/jual, isi judul, harga, kategori, area, lalu upload foto. 2. Nomor WhatsApp dicek dulu lewat kode OTP yang dikirim bot. 3. Bayar pakai QRIS. Iklan aktif, dan berapa kali dilihat serta tawaran masuk bisa dipantau dari menu Dashboard. C. CARI BARANG DAN BELI 1. Lihat-lihat di beranda, atau saring per kategori, harga, dan area kampus. 2. Buka halaman produknya, cek profil penjualnya: sudah jual berapa, berapa yang laku, dan penilaiannya. 3. Tekan tombol minat untuk langsung chat penjualnya di WhatsApp, atau kirim tawaran harga lewat website. 4. Kalau barangnya belum ada, pasang permintaan di papan "Dicari" biar penjual yang punya menghubungi duluan. 5. Mau nanya dulu tanpa memberi nomor HP? Buka obrolan di dalam situs lewat tombol chat di halaman produk. Penjual tetap dapat pemberitahuan walaupun sedang tidak online. D. KAMPUS HUB (di luar jual beli) 1. /mading - papan menfess anonim per fakultas, digabung dengan info kampus dan artikel blog. 2. /teman - geser kartu profil mahasiswa; saling suka baru bisa saling menyapa. 3. /chat - kotak masuk semua obrolan, baik yang anonim maupun yang dari halaman produk. DEMO BERGAMBAR DAN PRESENTASI https://bot.jualbeliusupolmed.web.id/lomba (presentasi 14 slide, bisa disimpan jadi PDF)

05Angka pekerjaannya

53.373
baris kode situs
12.871
baris kode bot
459
commit repo situs
106
endpoint API situs
75
alamat bot
62
halaman situs
81
berkas komponen
50
tabel basis data
Admin Panel Dashboard Admin Panel Data Admin Panel Pengguna

Angka besar bukan tujuan. Tapi ini menjawab pertanyaan yang wajar ditanyakan juri: ini proyek yang benar-benar dikerjakan, atau template yang cuma diganti nama? Riwayat perubahannya terbuka dan bisa dibaca satu per satu — yang pertama 11 Juni 2026, yang terakhir hari ini.

Sebaran commit-nya sendiri bercerita: 298 di Juni (membangun seluruh sisi website), 22 di Juli (perhatian pindah ke bot WhatsApp), dan 139 di Agustus — dan 123 dari 139 itu jatuh setelah tanggal 21. Empat hari terakhir sebelum tenggat lomba adalah bagian paling padat sepanjang proyek ini, dan itu juga sebabnya seluruh angka di halaman ini dihitung ulang dari nol pada 25 Agustus 2026.

Angka tanpa rincian namanya cuma klaim. Empat panel di bawah ini membuka isinya satu per satu, lengkap dengan cara menghitungnya, supaya siapa pun bisa mengecek sendiri ke kodenya — termasuk kalau ternyata hitungan saya meleset.

106 endpoint API situs — rinciannya

Cara menghitungnya: satu berkas route.js di dalam src/app/api/ dihitung satu alamat API. Mau cek sendiri? Jalankan find src/app/api -name route.js | wc -l di repo websitenya. Ke-106 berkas itu memuat 134 metode GET/POST/PUT/PATCH/DELETE — satu alamat boleh punya lebih dari satu metode, dan yang saya hitung alamatnya.

KelompokJmlContoh
Admin25/admin/keuangan, /admin/tren, /admin/outbox, /admin/group-posts, /admin/ai-generate-broadcast
Pembayaran9/payments/bump, /payments/featured, /payments/sponsored, /payments/unlock-wanted, /payments/verify-receipt
Cron terjadwal8/cron/auto-bump, /cron/expire, /cron/daily-digest, /cron/deal-followup, /cron/instagram-menfess
Obrolan dalam situs8/chat/match, /chat/room/[id], /chat/room/[id]/exchange-contact, /chat/marketplace/inbox
Otentikasi8/auth/otp/send, /auth/otp/verify, /auth/daftar-langsung, /auth/email/login
Mading menfess6/mading, /mading/[id]/like, /mading/[id]/comments, /mading/[id]/instagram-image
Iklan6/listings/search, /listings/browse, /listings/batch, /listings/[id]/view
Toko penjual4/toko, /toko/ajukan, /toko/cek-slug, /toko/ringkasan
Cari teman4/teman/profiles, /teman/swipe, /teman/matches, /teman/match-dm
Demo panel admin3/admin-demo/* — panel admin versi contoh, tanpa data asli
Papan "Dicari", tawar, push, profil, blog, distributor, analitik14/wanted, /offers, /push/subscribe, /profile/anonymous-name, /blog/penulis
Satuan11/minat, /ratings, /report, /config, /upload, /settings/transaction-mode, /subscriptions/category, /outbound-ip, /google-feed.xml, /wa/baileys

Empat kelompok yang paling menggambarkan proyek ini sekarang: /cron/* artinya websitenya punya pekerjaan yang jalan sendiri walaupun tidak ada orang yang membukanya — menghapus iklan kedaluwarsa, menyundul iklan, mengirim ringkasan harian, menyusul tawaran yang menggantung, sampai menerbitkan menfess ke Instagram. /wa/baileys satu berkas 3.165 baris, tempat website ngobrol langsung dengan bot WhatsApp — berkas terbesar di seluruh repo. Dan /chat/* serta /teman/* tidak ada sama sekali empat hari lalu.

75 alamat bot — rinciannya

Dulu semuanya memang ada di satu berkas index.js. Sejak refactor 22 Agustus 2026 rutenya pindah ke tujuh modul di src/, dan index.js tinggal memegang sambungan WhatsApp-nya. Salah satu alamat itu sedang Anda pakai sekarang — halaman ini dilayani dari sana. Mau cek sendiri? Jalankan grep -rhoE "app\.(get|post|put|delete)\('[^']+'" index.js src/routes/*.js | sort -u. Hasilnya 75 alamat unik dan 82 pasangan metode+alamat — yang saya pakai di angka besar adalah alamatnya.

KelompokJmlContoh
Halaman, masuk & keluar21/lomba, /projek, /update, /future, /tutor, /demo, /masuk
Sesi, perangkat & pemulihan13/health, /status, /qr, /pairing-code, /sesi/buka-kunci, /kontak-admin, /perangkat2/*
Kirim & percakapan10/send, /send-poll, /send-raw, /broadcast, /chats, /messages, /context
Grup & komunitas8/groups/create, /groups/:jid/invite, /community/link-group
Identitas & peta @lid7/profile/name, /lid-map, /resolve-lid, /check-number
Story, saluran & blokir6/story, /newsletters/add, /blocklist/block
Pengaturan & modul5/settings/greeting, /settings/nomor, /modul, /set-privacy
Antrean notifikasi3/antrean/data, /antrean/kirim, /antrean/lokal
Statistik & log2/stats, /logs

Kelompok "sesi, perangkat & pemulihan" yang paling banyak makan waktu — bukan karena rumit, tapi karena semuanya lahir dari masalah nyata yang diceritakan di bagian berikutnya. Dan bukan hanya alamatnya yang bertambah: 74 dari 82 pasangan metode+alamat itu berdiri di belakang gerbang sandi atau token. Yang terbuka persis delapan, dan semuanya disengaja: /health (supaya penjaga di luar proses bisa bertanya tanpa memegang kunci), /kontak-admin (supaya situs bisa memindahkan tombol "Hubungi Admin" ke nomor cadangan justru ketika bot sedang mati), /lomba dan /tutor, /demo, serta pintu masuk-keluarnya sendiri. Pintu yang butuh kunci hanya untuk diketahui keberadaannya bukan pintu.

62 halaman dan 81 berkas komponen — rinciannya

Cara menghitungnya: satu berkas page.jsx di src/app/ dihitung satu halaman, satu berkas di src/components/ dihitung satu komponen. Mau cek sendiri? find src/app -name 'page.jsx' | wc -l dan find src/components -type f | wc -l.

62 halaman, dan pembagiannya perlu dibaca apa adanya: 33 halaman pengguna — beranda Kampus Hub, /jual-beli, /produk/[slug], /penjual/[wa], /toko/[slug], /jual, /edit/[id], /dicari, /jasa, /jasa/tawarkan, /mading, /chat, /teman, /profil, /dashboard, /dashboard/toko, /favorit, /blog/[slug], /daftar-harga, /cara-bergabung, /faq, /offline, ditambah empat halaman legal — 17 halaman admin (/admin/keuangan, /admin/tren, /admin/moderasi, /admin/obrolan, /admin/mading, /admin/teman, /admin/approve-unlock, …), dan 12 halaman /admin-demo/*. Yang terakhir itu salinan panel admin berisi data contoh, dibuat supaya panelnya bisa diperlihatkan tanpa membuka data penjual sungguhan. Saya hitung karena berkasnya memang ada dan memang dikerjakan — tapi kalau dihitung ketat sebagai "halaman yang melayani pengguna", angkanya 33, bukan 62. Silakan pakai yang mana pun, asal tahu bedanya.

Tiga dari 33 itu bahkan bukan halaman utuh, melainkan pengalihan yang sengaja dipelihara: /cari-teman dan /swap mengantar ke /teman, dan /sosial ke /mading. Alamat lama yang sudah pernah dibagikan di grup WhatsApp tidak boleh mati cuma karena fiturnya berganti nama.

81 komponen: 44 di akar — ProductCard, QRISModal, OTPModal, MediaUploader, RatingWidget, InstallPrompt, PushNotificationButton — 21 di folder baileys/ (tab-tab panel bot: TabKirim, TabGrup, TabStory, TabLidMap, TabAntrean, …), 10 komponen admin (AdminSidebar, ModerasiClient, …), 4 komponen teman/ yang lahir 24 Agustus (SwipeCard, PhotoUploadModal, MatchModal, MatchesDrawer), 1 di dashboard/, dan 1 di ui/.

Tiga berkas yang tidak pernah dipanggil dari mana pun (BottomNav, IGShareButton, ToastProvider) sudah dihapus pada 21 Agustus 2026, jadi angka di atas tidak memuat kode mati.

50 tabel basis data — rinciannya, termasuk yang tidak rapi

Jual beli (12): listings, wanted_listings, wanted_unlocks, seller_profiles, seller_ratings, payments, receipt_hashes, price_offers, offers, categories, category_subscriptions, keyword_subscriptions.

Bot WhatsApp (7): wa_conversations, wa_listing_drafts, wa_outbox, wa_state, wa_auth, buyer_contacts, scheduled_broadcasts.

Kampus Hub — semuanya lahir 23–24 Agustus 2026 (14): mading_posts, mading_comments, mading_likes, mading_reports, mading_post_engagements, mading_instagram_publications, chat_rooms, chat_messages, chat_reports, chat_bans, chat_identity_wa, teman_profiles, teman_swipes, teman_matches.

Sisanya (17): otps, blogs, reports, blacklist, admin_logs, error_logs, search_logs, push_subscriptions, pwa_installs, profile_change_requests, group_posts, distributor_invites, distributor_categories, referrals, settings, system_settings, verified_sellers.

Yang belum rapi, dan saya cantumkan sendiri
Enam dari 50 tabel itu masih kosong sama sekali per 25 Agustus 2026, dan sebabnya tidak sama.
  • verified_sellers dan offers kosong karena memang tidak terpakai: yang pertama sisa fitur yang berubah arah, yang kedua menamai hal yang sama dengan price_offers — tidak ada satu baris kode pun yang memanggilnya. Ini utang yang harus dibersihkan, bukan fitur.
  • seller_ratings, search_logs, keyword_subscriptions, dan pwa_installs kosong karena belum ada yang memakainya. Kodenya jalan, pintunya terbuka, orangnya belum masuk. Fitur yang ada belum tentu terpakai, dan halaman ini tidak akan berpura-pura sebaliknya.
Lalu wa_outbox (antrean notifikasi yang lahir dari kejadian 19 Agustus): perintah pembuatannya nyangkut di repo bot, padahal yang memakainya kode website. Jadi orang yang mau memasang ulang website ini dari nol perlu tahu itu. Saya tulis di sini, bukan disembunyikan.
Tiga angka yang perlu dibaca apa adanya
12.871 baris kode bot itu semua berkas .js, .html, dan .css yang dilacak git di repo bot — index.js (3.064 baris), tujuh modul src/ hasil refactor 22 Agustus (2.038 baris), halaman panelnya, dan berkas rupa bersamanya. Berkas SQL (1.940 baris) sengaja tidak ikut. Perintahnya: git ls-files | grep -E '\.(js|html|css)$' | grep -v package-lock | xargs cat | wc -l. Kalau dua halaman yang belum sempat di-commit ikut dihitung, angkanya 13.227 — saya pakai yang lebih kecil.

53.373 baris kode situs dihitung dari src/ saja (342 berkas .js/.jsx/.css). Repo situs sekarang juga menyimpan salinan repo bot di dalam folder bot-wa/; salinan itu tidak ikut dihitung, supaya tidak ada satu baris pun yang dihitung dua kali di halaman ini.

459 kali simpan perubahan itu cuma repo situs. Repo bot kelihatan jauh lebih sedikit (95) karena riwayat lamanya sempat dihapus dan dimulai ulang pada 16 Agustus 2026 — jadi jumlah yang terlihat di sana bukan ukuran umur pekerjaannya.

06Kenapa ini bukan website pajangan

Isinya barang orang beneran, bukan barang contoh

Katalognya tidak pernah diisi data karangan. Yang paling banyak dilihat sampai 25 Agustus 2026: iPhone 14 256 GB (171×), iPhone XR 128 GB (167×), APK Premium Rp3.000 (162×), Akun Free Fire Sultan (130×), "BARANG KOS (NEGOTIABLE)" Rp899.000 (128×), dan Pokemon TCG Archaludon ex SAR Rp200.000 (114×). Ada juga jasa Turnitin & AI Rp8.000 dan sepatu SHOEVO Rp130.000 — campuran yang tidak akan pernah keluar kalau isinya dikarang.

Yang lebih jujur lagi justru angka pembayarannya: dari 540 tagihan QRIS yang pernah dibuat, 58 benar-benar dibayar dan lolos verifikasi struk. Sisanya ditinggal di tengah jalan. Marketplace mana pun yang menampilkan corong konversinya apa adanya akan kelihatan seperti ini; yang tidak wajar itu kalau angkanya rapi.

Papan Dicari menceritakan pasarnya lebih jujur lagi. 40 permintaan masuk sejak Juni, dan isinya ikut berganti musim. Pertengahan Agustus hampir semuanya anak kos sedang mengisi kamar: kasur 1 orang, meja second, kipas angin tinggi, setrika, galon bekas, rice cooker, sampai "kursi kantor atau yang beroda dan enak disenderi". Lalu kuliah mulai, dan yang dicari berubah dalam hitungan hari: "buku pai mkwk smstr1 USU", "buku filologi nusantara", "kipas angin mini portable". Kalimat-kalimat itu tidak ada di kamus mana pun — itu bunyi orang yang benar-benar sedang mencari, dan kalender kampus yang ikut kebaca dari basis data.

3.189
kontak WhatsApp
153
grup yang diikuti bot
978
percakapan tercatat
165
penjual terdaftar
76
iklan (45 masih aktif)
40
permintaan "Dicari"
82
ruang obrolan dalam situs
12
menfess di mading

Blognya pun bukan tempelan SEO: tujuh artikelnya ditulis mahasiswa dengan nama dan angkatannya sendiri — "5 Rekomendasi Kos Murah Dekat Pintu 3 USU", "Pengalaman Nyata COD di Pendopo USU", "Suka-Duka Anak Kos Medan". Sejak 23 Agustus artikel-artikel itu tidak lagi berdiri di halaman terpisah: mereka ikut mengalir di papan Mading bersama menfess dan info kampus, karena orang yang membuka mading tidak sedang mencari "blog" — dia sedang mencari apa saja yang baru.

Fitur paling baru berumur dua hari, dan itu terlihat

Mading menfess buka 23 Agustus. Dua hari pertamanya menampung 12 pesan, semua dari mahasiswa sungguhan dan semua bernada sama: orang mengetes tempat baru. "halo semua, beta dari usu", "Salam kenal aku anak FK — iya FK, tapi… FKM 😭", "min kenalin mahasiswa famous dong". Obrolan di dalam situs menyusul: 82 ruang dan 248 pesan dalam tiga hari, dan yang membuat angka itu mungkin bukan fitur chat-nya, melainkan keputusan membuat penjodohan asinkron — dua orang tidak harus online bersamaan, karena di kampus memang tidak pernah bersamaan.

Dan yang paling baru, Cari Teman (24 Agustus), saya tulis apa adanya: decknya berisi 13 profil, 10 di antaranya profil contoh yang saya isi sendiri supaya kartu pertama tidak kosong di hari peluncuran. Yang asli baru tiga. Sebuah fitur geser-kartu yang kosong tidak akan pernah terisi — tapi menghitung sepuluh profil contoh itu sebagai "pengguna" akan membuat seluruh halaman ini tidak bisa dipercaya, jadi tidak saya hitung.

Cara orang memakainya tidak seperti di mockup

Dari 98 pesan masuk yang terekam 17–25 Agustus, sebagian besar cuma satu-dua kata — "Min", "Woi", "Batal", "Iklanku". Tidak ada yang mengetik kalimat rapi berkoma seperti di contoh percakapan mana pun. Itu sebabnya bot ini harus mengerti pesan pendek dan foto, bukan formulir.

Botnya punya 31 perintah untuk pelanggan — CEK, BUMP, TAWAR, TANYA, PANTAU, EDIT [kode] HARGA, HAPUS LAKU, LANGGANAN, RIWAYAT, dan seterusnya — ditambah 9 perintah khusus admin yang hanya muncul kalau yang mengetik memang admin (SETMODE AUTO, PAUSE [nomor], BROADCAST, SETUJUI TAWAR BIAYA). Menunya menyesuaikan diri dengan siapa yang bertanya, bukan menyembunyikan tombol yang tetap bisa ditekan. Dan yang paling sering dipakai orang ternyata bukan .JUAL, melainkan .CARI.

Dan tanda titik itu memang masalah nyata: ada empat orang yang mengetik perintah tanpa titik dan tidak terjadi apa-apa. Balasan adminnya apa adanya — "Pake titik we", "Ex .cari kipas" — dan lebih sering lagi adminnya sendiri yang mengetikkan perintahnya untuk si pengguna. Itu bukan bug yang bisa ditutup dengan tulisan bantuan; itu alasan kenapa admin manusia belum bisa dilepas.

Website dan grup WhatsApp itu satu lingkaran, bukan pengganti

Waktu ada yang menitipkan permintaan lewat bot, balasannya bukan "silakan buka websitenya", tapi: "Sudah tayang di /dicari dan sudah dibroadcast ke grup WA." Dan pertanyaan yang paling sering menyusul dari penjual: "tapi nanti tetap di-share di grup min?" Grupnya tidak digantikan — grupnya tetap jadi tempat ramai, websitenya jadi tempat barangnya tersimpan rapi dan bisa dicari lagi besok.

Dipakai orang sungguhan, jadi masalahnya juga sungguhan

Ini bukan demo yang cuma jalan pas dinilai. Dua hari di Agustus 2026 membuktikan bedanya — dan hampir semua bagian yang paling saya banggakan justru lahir dari hari-hari itu.

18–19 Agu
Bot diam tiga kali: 501, 907, lalu 360 menit
Koneksi WhatsApp putus-nyambung terus. Yang terpanjang 15 jam. Nggak ada yang tahu sampai ada yang komplain — memang tidak ada yang mengawasi. Ketiganya diumumkan botnya sendiri begitu hidup lagi.
19 Agu · siang
Penjaga di luar proses
Dibikin program kecil terpisah yang mengecek bot tiap dua menit. Sekarang bot yang diam ketahuan dalam hitungan menit, bukan jam.
19 Agu · sore
Nomornya dibatasi WhatsApp
Masalah jenis lain: tidak ada kode yang bisa membetulkannya. Di sinilah rancangannya diuji — login botnya dikunci supaya dia tidak membuang login lalu minta scan QR berulang-ulang, karena kebiasaan itu justru bikin nomor makin dicurigai WhatsApp.
20 Agu
144 ketukan sehari jadi sekali sejam
Setelah dicek, ternyata bot masih mencoba login sekitar 144 kali sehari sambil menunggu blokirnya dibuka. Sekarang cukup sekali sejam, dan penjaganya tidak lagi me-restart bot yang memang sedang menunggu keputusan orang.
21 Agu
Tidak ada notifikasi yang hilang
Notifikasi yang gagal terkirim selama bot mati sekarang disimpan dulu, bukan dibuang, dan tinggal dikirim ulang begitu bot hidup. Bisa dilihat dari panel website maupun panel bot.
22 Agu
Bot dipecah jadi tujuh modul
Satu berkas 3.000 baris tidak bisa dibaca orang lain, dan tidak bisa dibaca saya sendiri dua bulan lagi. Rutenya pindah ke src/, dan index.js tinggal memegang sambungan WhatsApp-nya.
23 Agu
Obrolan realtime — dan tiga bug yang membuktikan ia benar dipakai
Chat dalam situs dibuka, lalu langsung membongkar tiga kesalahan yang tidak akan pernah ketahuan dari demo: pesannya tersimpan tapi tidak pernah disiarkan, kotak masuk marketplace mati sejak lahir karena kolom penghubungnya tanpa foreign key, dan "Barang tidak ditemukan" di setiap produk karena satu kolom profil yang memang tidak pernah ada. Penjodohannya juga berhenti mengandalkan keberuntungan: diganti detak jantung, jadi dua orang tidak perlu online bersamaan.
24 Agu
Mading, Cari Teman, dan satu profil untuk semuanya
Dua fitur baru lahir di hari yang sama, dan justru itu yang memaksa keputusan terpenting minggu ini: biodata penjual dan biodata "cari teman" disatukan jadi satu profil yang tersinkron dua arah. Kalau tidak, satu orang akan punya tiga identitas di satu situs.
25 Agu
Semua angka di halaman ini dihitung ulang dari nol
Bukan disalin dari catatan lama: kedua repo diklon segar, basis datanya ditanyai langsung, dan tiap klaim di halaman ini diadu dengan hasilnya. Delapan angka besar ternyata sudah basi, satu tarif sudah tidak berlaku, dan satu halaman menyebut jumlah tabel yang berbeda dengan panel rinciannya sendiri. Semuanya diperbaiki di versi yang sedang Anda baca.

Satu lagi hasil dari hari itu: semua berkas kerja bot — data login, pengaturan, arsip pesan — sekarang tergantung pada satu setelan saja. Artinya bot kedua dengan nomor WhatsApp lain bisa dijalankan dari kode yang sama persis, tanpa mengubah satu baris pun. Bot cadangan itu sekarang jalan berdampingan dengan yang pertama di server ini. Cara paling aman menambah cadangan adalah yang tidak menambah kode baru — kode baru berarti bug baru.

Satu keputusan yang kelihatannya aneh

Bot ini sengaja diam di hampir semua chat. Chat pelanggan dianggap milik admin manusia, sampai pelanggannya sendiri yang memanggil bot pakai tanda titik. Catatan botnya sendiri untuk 17–25 Agustus: 59 pesan dijawab admin manusia, 47 kali bot memilih diam, dan cuma 9 kali masuk sesi bot. Alasannya sederhana: bot toko yang menjawab semua pesan memang terasa pintar seminggu pertama, habis itu orang malas chat karena merasa dilayani mesin. Membuat bot tahu kapan harus diam itu lebih susah daripada membuatnya menjawab semuanya.

Domainnya dipakai kerja

Seluruh Kampus Hub jalan di jualbeliusupolmed.web.id. Sedangkan bot.jualbeliusupolmed.web.id — subdomain yang sedang Anda buka ini — dipakai sebagai panel kontrol bot WhatsApp, sekaligus yang melayani halaman ini. Dua-duanya punya sertifikat HTTPS sendiri, sitemap, dan data terstruktur supaya rapi di mesin pencari.

Kodenya boleh diperiksa siapa saja

Dua repositorinya terbuka di GitHub. Tiap catatan perubahannya saya tulis untuk menjelaskan kenapa sesuatu diubah, bukan cuma apa yang diubah. Jadi siapa pun bisa menelusuri alasan di balik keputusan teknisnya tanpa perlu bertanya ke saya.

07Galeri Blog, Komunitas & Lainnya

Berikut adalah tangkapan layar blog mahasiswa, fitur website lainnya, dan komunitas WhatsApp. Anda bisa mengeklik gambar untuk memperbesarnya (zoom) tanpa terpotong.

Gabung Grup WA Komunitas

Materi Blog Materi Blog Materi Tambahan Materi Tambahan Materi Tambahan Materi Tambahan

08Lihat sendiri

09Berkas pendaftaran

Isian formulirJawaban
Nama lengkapRidho Robbi Pasi
Status profesiMahasiswa
KampusUniversitas Sumatera Utara
JurusanTeknik Informatika
Situs (domain .id)jualbeliusupolmed.web.id
Repositorigithub.com/jualbeliusupolmed-creator/jualbeliusupolmed
github.com/jualbeliusupolmed-creator/wa-bot-usu
Deskripsi websiteBagian 02 di halaman ini — tinggal salin
Tutorial / demoBagian 04, dan presentasi 14 slide di bagian 01

Nomor WhatsApp dan email pendaftaran sengaja tidak ditulis di halaman ini karena halamannya bisa dibuka siapa saja. Dua-duanya cukup diisi langsung di formulir.

Yang masih harus disiapkan sendiri